Metal Life

Translate

Jakarta - Sukses konser Dream Theater meninggalkan sedikit cerita tak megenakkan. Penonton kecewa dan mengganggap panitia konser tak profesional.

Penonton yang memadati Mata Elang Internasional Stadium (MEIS), Ancol, Jakarta, Sabtu (21/4) malam memang cukup dibuat kesal oleh ketidakprofesionalan panita acara. Kekecewaan langsung diterima penonton saat menuju pintu masuk.

Pintu masuk menuju venue dibuka hanya satu pintu dan pintu dibuka sekitar pukul 19.25. Padahal, konser yang dipromotori oleh Variant Entertainment itu dimuali tepat pukul 20.00. Akibatnya, antrean panjang dari pintu masuk hingga ke dalam MEIS.

Karena lamanya antrean dan pendeknya rentang waktu masuk dengan dimulainya konser, membuat banyak penonton ketinggalan. Penonton baru bisa menikmati konser Dream Theater setelah beberapa menit acara dimulai.

Parahnya lagi, saat pengecekan tiket, panitia memeriksa tiket tanpa sensor eletrik. Petugas pemeriksa bahkan hanya memotong tiket tanpa dilihat apakah tiket tersebut asli atau palsu.

Saat memasuki venue acara, penonton dibuat keder. Penonton bingung karena tidak ada penjelasan di mana tempat untuk penonton kelas Festival, Silver atau VIP. Yang ada hanya karton dilapisi kertas yang ditulis dengan spidol mengenai petunjuk kelas untuk penonton.

Di dalam juga tidak ada panitia yang menyambut penonton dan mengarahkan di mana tempat duduk atau kelas yang sesuai dengan tiket yang dipegang penonton. Di dalam venue juga tak terlihat ada petugas medis.

Saat konser dimulai, pentonton juga dibuat sedikit kecewa dengan buruknya sound yang ditampilkan. Di awal lagu, sound terdengar sedikit pecah. Bahkan suara bas terdengar tipis, kalah keras dengan suara gitar dan drum.

Namun kekecewaan tersebut dibayar oleh permainan apik personel Dream Theater. Permainan gitar John Petrucci, betotan bas John Myung, hentakan drum Mike Mangini dan lengkingan suara James LaBrie mampu memuaskan penggemar setia Dream Theater Indonesia.

Sejumlah lagu hits dialunkan Dream Theater dengan begitu indah dan megah, seperti lagu Bridges in The Sky, Build Me Up, Break Me Down, Surrounded, A Fortune in Lies, Outcrydan Pull Me Under. [mor]

No comments:

Post a Comment